SUFISME JAWA DALAM SERAT SASTRA GENDING SULTAN AGUNG MATARAM

Muhammad Ilham Aziz, Dudung Abdurrahman

Abstract


Abstract: This article discusses Sufism in the Serat Sastra Gending Sultan Agung which had an influence on Javanese literature in Mataram. Sultan Agung Sufism teaching based on this fiber describe a kings desire to convery the teachings of Islam, especially Sufisme patterned Islam to his people through a Javanese cultural approach. Therefore, it is identified through this study as “Javanese Sufism”. The main problem of this research how is the Javanese Sufism pattern reflected in Sultan Agung view? and why did Sultan Agung Sufism teaching influence Javanese literature in the Mataram area? This study was developed using the history of thought method. The findings of this study are as follows: First, the socio-religious conditions at the time of Sultan Agung wereclosely related to the pantheism that was embraced by the Javanese inland community. Second, the teachings of Sultan Agung Sufism in the serat sastra Gending show two things that are interrelated and need, which are reflected in the relationship between man and God (the creator). The concept of Sufism in describes the acculturation of three cultures: Javanese, Hindu, and Islamic. Third, the teaching of Sultan Agung Sufism are included in the syncretic teachings influenced the development of Javanese literature in Mataram. The urgency of Sufism teachings framed in the form of literature is able to explain religion and political polices until the next period after Sultan Agung.

 

Keyword: King’s View, Sastra Gending, Javanese Sufism.

 

Abstrak: Artikel ini membahas sufisme dalam Serat Sastra Gending Sultan Agung yang memberi pengaruh terhadap kesusastraan Jawa di Mataram.  Ajaran tasawuf Sultan Agung ini berdasarkan serat ini menggambarkan suatu keinginan seorang raja untuk menyampaikan ajaran agama Islam, khususnya Islam bercorak tasawuf kepada rakyatnya melalui pendekatan budaya Jawa. Karena itu, teridentifikasi melalui kajian ini sebagai "Sufisme Jawa".  Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana corak sufisme-Jawa tercermin dari pandangan Sultan Agung? dan mengapa ajaran tasawuf Sultan Agung berpengaruh terhadap kesusastraan Jawa di wilayah Mataram?. Studi ini dikembangkan dengan metode sejarah pemikiran. Adapun temuan kajian ini sebagai berikut: Pertama, kondisi sosial keagamaan pada masa Sultan Agung lekat dengan panteisme yang dianut oleh masyarakat Jawa pedalaman. Kedua, ajaran tasawuf Sultan Agung dalam Serat Sastra Gending memperlihatkan dua hal yang saling berkaitan dan membutuhkan, yang tergambar dalam hubungan manusia dengan Tuhan (pencipta). Adapun konsep tasawuf di dalamnya menggambarkan akulturasi tiga budaya: Jawa, Hindu, dan Islam. Ketiga, ajaran tasawuf Sultan Agung termasuk dalam ajaran tasawuf yang sinkretis. Ajaran tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kesusastraan Jawa di Mataram. Urgensi ajaran tasawuf yang dibingkai dalam bentuk sastra mampu menjelaskan agama dan kebijakan politik hingga masa selanjutnya pasca Sultan Agung.

 

Kata Kunci : Pandangan Raja, Sastra Gending, Sufisme Jawa.


Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, Dudung. Metodologi Penelitian Sejarah Islam, Yogyakarta: Ombak, 2019.

Abimanyu, Soedjipto. Babad Tanah Jawi, Jakarta Laksana, 2014.

Achmad, Sri Wintala, Falsafah Kepemimpinan Jawa dari Sultan Agung hingga Hamengkubuwana IX, Yogyakarta: Araska, 2018.

Atmodarminto, R. Babad Demak Dalam Tafsir Sosial Politik Keislaman dan Kebangsaan, Jakarta: Millenium Publisher, 2000.

B, Partini. Serat Sastra Gending Warisan Spiritual Sultan Agung yang Berguna untuk Memandu Olah Pikir dan Olah Dzikir, Yogyakarta: Panji Pustaka, 2010.

Baroroh Baried, Siti, dkk. Pengantar Teori Filologi, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1983.

Burhanudin, Jajat. Islamisasi dalam Arus Sejarah Indonesia dari Negeri di Bawah Angin ke Negara Kolonial, Jakarta: KENCANA, 2020.

Darusuprapto, dkk. Keadaan dan Jenis Sastra Jawa: Keadaan dan Perkembangan Bahasa, Sastra, Etika, Tata Krama, dan Seni Pertunjukan Jawa, Bali dan Sunda, Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.

De Graff, H. J. dan Th. G. th Pigeaud, Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram, (terj) Seri Javanologi, Jakarta: Graffiti Press, 1985.

De Graaf, H. J. Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung (terj). Seri Javanologi, Jakarta: Graffiti Press, 1986.

Djamil, Abdul, dkk, Islam dan Kebudayaan Jawa, Yogyakarta: Gama Media, 2000.

Koentjoroningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Gramedia, 1984.

Konjaraningrat. Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1990.

Lombard, Denys. Nusa Jawa Silang Budaya 11, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Moedjanto, G. Konsep Kekuasaan Jawa Penerapannya oleh Raja-raja Mataram, Yogyakarta: kanisius, 1987.

Mulyati, Sri. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka, Jakarta: Kencana, 2006.

Pigeaud, Theodore G. Literature of Java jilid II, Leiden: The Hague Kninklijik Voor de Tall Landam Volkenkunde.

Pranama, Sugeng. Ki Ageng Mangir Berjuang Melawan Hegemoni Mataram, Yogyakarta: Gelombang Pasang, 2006.

Pranotokusumo, Karkono Kamajaya. Kebudayaan Jawa Perpaduan dengan Islam, Yogyakarta: IKIP, 1995.

R Woodward, Mark. Islam Jawa Kesalehan Normatif Versus Kebatinan, Yogyakarta: LKiS, 1999.

Ricklefs, M. C. Mystic Synthesis in Java: History of Islamization From The Fourteenth to The Early nineteenth Centuries, Norwalk: EastBridge, 2006.

Simon, Hasanu. Misteri Syekh Siti Jenar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Simuh. Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa, Yogyakarta: Narasi, 2016.

Sofwan, Ridin (et-al), Islamisasi Jawa: Walisongo Penyebar Islam di Jawa, Menurut Penuturan Babad, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Sudjak, Serat Sultan Agung Melacak Jejak Islam di Nusantara, Yogyakarta: CV. Bildung Nusantara, 2016.

Supadjar, Damardjati. Filsafat Sosial Serat Sastra Gendhing, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2001.

Wahyudi, Adnani. Kisah Walisongo Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa, Surabaya: Bina Ilmu, tt.

Zoetmulder, Manunggaling Kawulo Gusti, Pantheisme dan Monoisme Dalam Sastra Suluk Jawa, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1990.

Tesis

Dalminto, “Strategi Sultan Agung dalam Ekspansi serta Islamisasi pada Kerajaan Mataram Islam”. Thesis Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang, 2014.

Disertasi

Bukhori, Zanudin. “Mistism Islam Jawa: Studi Serat Sastra Gending Sultan Agung”, Disrtasi Program Doktor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, 2012.

Irfan Riyadi, Muhammad. “Transformasi Sufisme Islam dari Demak ke Mataram Abad XVI-XVII M”. Disertasi Program Doktor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016.

Jurnal

Abdurrahman, Dudung. ”Sufi dan Penguasa: Perilaku Politik Kaum Tarekat di Priangan Abad XIX-XX”, Al-Jami’ah: Jurnal Pengtahuan Agama Islam, IAIN Kalijaga Yogyakarta, No. 55, Th, 1994.

Nawawi, Ahmad. “Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus”, Insania: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, Vol. 16, No. 2, 2011.

Sungaidi, Muh. “Ajaran Tasauf dalam Sastra Gending”, Jurnal Ilmu Ushuluddin, Volume 2, Nomor 1, Januari 2014.

Zaenudin, “Ajaran Tasawuf Sultan Agung: Kajian Isi Serat Sastra Gending”, Jurnal Penamas, Vol 27 No 3, 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/ajip.v7i1.1917

Article Metrics

Abstract view : 172 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aqlam: Journal of Islam and Plurality

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Rumah Jurnal IAIN Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by AQLAM: Journal of Islam and Plurality are licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.