STAIN/IAIN Menuju UIN (Perspektif Pemikiran Pendidikan A. Malik Fadjar)

Muh. Idris Tunru

Abstract


STAIN/IAIN dalam konteks kekinian tidak memadai lagi dalam merspon tantangan globalisasi dan modernisasi. Islam yang begitu universal dalam pengembangan nilai-nilai keilmuan dan dapat mencapai titik puncak bangunan peradaban sejarah pada abad klasik khususnya pada masa pemerintahan al-Makmun pada masa itu. Islam berbicara persoalan puasa misalnya, hal ini dapat dimaknai bahwa Islam harus kita kembangkan pada ilmu-ilmu seputar kesehatan. Fiqih dapat dikembangkan dengan nilai-nilai keilmuan yang bermuara pada hukum-hukum sosial termasuk Isra’ dan miraj dapat dikembangkan keilmuannya melalui sins dan teknologi, dan semacamnya. Dari informasi tersebut bahwa STAIN/IAIN suatu keharusan untuk menuju UIN dalam merespon tantangan globalisasi, otonomisasi dan modernisasi. UIN tidak mengenal fakultas agama yang ada adalah pengembangan kultur keilmuan yang bernuansa Islam yang rahmatan lil’alamin.

Kata Kunci: Sejarah singkat, tantangan menuju UIN dan STAIN/IAIN Menuju UIN

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jii.v3i1.547

Article Metrics

Abstract view : 75 times
PDF - 303 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by Jurnal Ilmiah Iqra' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Iqra', ISSN 1693-5705 (Print), ISSN 2541-2108 (Online)