Internalisasi Nilai-Nilai Pluralisme dalam Pendidikan Islam

Ikmal Ikmal

Abstract


Diktum Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi jargon penguasa belaka, belum
menempati kesadaran kognitif masyarakat mayoritas, dan tidak diimplementasikan secara nyata dan tepat dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Berbagai konflik bernuansa SARA yang terjadi beberapa tahun silam, merupakan kegagalan bangsa Indonesia memahami pluralitas. Secara spesifik pendidikan juga dituding telah gagal memainkan perannya dalam menjalin keragaman melalui pembelajaran yang melampaui sekat-sekat agama. Pendidikan agama yang seharusnya dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan moralitas universal yang ada dalam agama-agama sekaligus mengembangkan teologi inklusif dan pluralis, selama ini malah cenderung menampilkan wajahnya yang eksklusif dan dogmatis. Akibatnya, cita-cita luhur untuk mencapai masyarakat majemuk yang harmonis masih menjadi
impian.


Keyword : Pluralisme-Agama-Pendidikan


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jii.v9i1.596

Article Metrics

Abstract view : 140 times
PDF - 111 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by Jurnal Ilmiah Iqra' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Iqra', ISSN 1693-5705 (Print), ISSN 2541-2108 (Online)