PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU

Yunus Yunus

Abstract


Abstrak

Pola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara,  terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.

Kata kunci:      Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah.

 

 

Abstract

The pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.

Keywords:        Development, As'addiyah Islamic Boarding School.

Full Text:

PDF

References


Alimuddin. (2017). Wawancara dengan Wakil Kepala Pondok Pesantren As’adiyah Belawa. Malangke.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Burke Johnson, & Cristenson, L. (2004). Educatonal Research: Quantitative, Qualitative, and Mixed Approaches. Boston: Pearson Educationa.

Creswell, J. W. (1998). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dalyono, M. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Haedari, A., & Dkk. (2004). Panorama Pesantren dalam Cakrawala Modern. Jakarta: Diva Pustaka.

Jafar, S. (2017). Wawancara dengan Kepala MTs Pesantren As’adiyah Belawa. Malangke.

Mallonjo, S. D. (2004). Kerajaan Luwu: Catatan Tentang Sawerigading, Sistem Pemerintahan dan Masuknya Islam. Palopo: Komunitas Kampung Sawerigading (Kampus) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palopo.

Mariam, S. B. (1998). Qualitative Research and Case Study Application in Education. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers.

Moleong, L. J. (1995). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Nawawi, H. (1996). Penelitian Terapan (2nd ed.). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Pangerang, A. A. (2002). Andi Djemma-Datu Luwu. Jakarta Selatan: Yayasan Bina Profesi dan Wirausaha (BENUA).

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Thoha, C., & Muth’i, A. (2003). PBM-PAI di Sekolah: Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerja sama dengan Fak. Tarbiyah lAIN Walisongo Sernarang.

Upe, A. (2017). Wawancara dengan Kepala MI As’adiyah Belawa Baru. Malangke.

Zuhairini. (2002). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jii.v12i2.894

Article Metrics

Abstract view : 42 times
PDF - 67 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by Jurnal Ilmiah Iqra' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Iqra', ISSN 1693-5705 (Print), ISSN 2541-2108 (Online)