LIVING QUR’AN DALAM KONTEKS MASYARAKAT PEDESAAN (STUDI PADA MAGISITAS AL-QUR’AN DI DESA MUJUR LOR, CILACAP)

Akhmad Roja Badrus Zaman

Abstract


ABSTRACT

The Qur'an is truly a holy book that contains moral teachings and is a guide for humans to the path that God accepts.  It's just that, when the Qur'an is present and consumed by the community, it experiences various responses that are implemented in various receptions-positioning, the Qur'an in their lives.  The variety of receptions seems to be a concrete indicator of expressions that are often labeled with him, sa> lih {li kulli zama>n wa maka>n or having relevance to various situations and conditions.  This article examines the Qur'an receptions in the community of Mujur Lor Village, Kec.  Kroya, Kab.  Cilacap.  The method used in this research is descriptive-qualitative and included in the type of field research.  In obtaining the data, the researchers use an instrument that is in-depth interviews, observation, and study of the relevant documents. The analysis used by researchers is, as submitted by Mohd. Soehadha, ie the reduction of data, display of data, and conclusion. In clarifying the validity of the data, researchers conducted the extension of participation, and triangulation of sources and methods. From the research carried out, it can be known, among others: 1) Al-Qur'an is positioned by some people of Mujur Lor Village as an object that has magical power; 2) Implications of that view are implemented in their various receptions on the Qur'an, among  others: as a medium of treatment, as a medium of protection from spirits, reject reinforcements, as a medium to facilitate life's problems-such as ease in the death cycle, ease in the delivery process, and requests for the birth of an ideal baby, who inherit the traits of figures in Al-  Qur'an, like Prophet Yunus, Prophet Muhammad, Mary, and so on.

Keywords: Reception; Al-Qur’an; Community of Mujur Lor Village

 

ABSTRAK

Al-Qur’an pada dasarnya adalah kitab suci yang berisi pelbagai ajaran teologis dan sosial yang menjadi petunjuk bagi manusia menuju ke jalan yang diridhai Tuhan. Hanya saja, ketika Al-Qur’an hadir dan dikonsumsi oleh masyarakat, ia mengalami pelbagai respon yang terimplementasi dalam banyaknya praktik living quran-memposisikan Al-Qur’an di luar kapasitasnya sebagai sebuah teks dalam kehidupan mereka. Fenomena-fenomena tersebut nampaknya dapat menjadi indicator konkret atas ungkapan yang sering dilabelkan kepada Al-Qur’an bahwa ia adalah kitab yang sa>lih{ li kulli zama>n wa maka>n atau memiliki relevansi dengan berbagai situasi dan kondisi. Artikel ini mengkaji praktik living Al-Qur’an di masyarakat Desa Mujur Lor, Kec. Kroya, Kab. Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Dalam menggali sumber data, peneliti menggunakan berbagai instrument, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi atau studi atas dokumen terkait. Analisis yang peneliti gunakan adalah sebagaimana yang disampaikan Mohd. Soehadha, yaitu dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Di dalam mengklarifikasi keabsahan data, peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan, serta triangulasi sumber maupun metode. Dari penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa: 1) Al-Qur’an diposisikan oleh sebagian Masyarakat Desa Mujur Lor sebagai benda yang memiliki kekuatan magis; 2) Implikasi dari pandangan tersebut terimplementasi dalam berbagai resepsi mereka terhadap Al-Qur’an, antara lain: sebagai media pengobatan, sebagai media perlindungan dari makhluk halus, tolak bala, sebagai media untuk mempermudah persoalan hidup-seperti kemudahan dalam sakaratul maut, kemudahan dalam proses persalinan, dan permohonan lahirnya bayi yang ideal, yang mewarisi sifat-sifat figur dalam Al-Qur’an, seperti Nabi Yunus, Nabi Muhammad, Maryam, dan lain sebagainya.

Kata Kunci: Resepsi; Al-Qur’an; Masyarakat Desa Mujur Lor


Full Text:

PDF

References


Ahimsa, H. S. (2012). The Living Qur’an: Beberapa Perspektif Antropologi. Jurnal Walisongo, 20(1), 235–260.

Al-Baihaqi. (1986). Dalail al-Nubuwwah. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.

Al-Bukhari. (1978). Sahih al-Bukhari. Dar Ul-Hadith.

Al-Firyabi. (1989). Fadail al-Qur’an wa ma Ja’a Fihi min al-Fadli wa fi Kam Yurqa wa al-Sunnah fi Zalika. Makyabah al-Rusyd.

Al-Mahalli, J. al-S. (2007). Tafsir Jalalain. al-Haramain Jaya Indonesia.

Al-Qurthubi, S. (2002). al-Jami’ al-Ahkam al-Qur’an. Dar al-Qalam al-Kutub.

Badruddin. (2015). Respons Masyarakat Krandon Kudus Jawa Tengah terhadap Tahfiz Al-Qur’an. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

BkkbN. (2017). Profil Kampung Kencana. Kampung KB BKKBN. https://kampungkb.bkkbn.go.id/profile/11060

Essack, F. (2007). The Qur’an: A User’s Guide. Thompson Press.

Fadhilah, N., & Rahmah, K. (2012). Rekonstruksi Batas Usia Perkawinan Anak dalam Hukum Nasional Indonesia. De Jure, Jurnal Syariah Dan Hukum, 4(1), 49–61.

Fadlillah, N. (2017). Resepsi terhadap Al-Qur’an dalam Riwayat Hadis. Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 3(2), 101–128. https://doi.org/https://doi.org/10.32495/nun.v3i2.48

Fathurrosyid. (2015). Tipologi Ideologi Resepsi Al-Qur’an di Kalangan Masyarakat Sumenep Madura. EL HARAKAH Jurnal Budaya Islam, 17(2), 218–239. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/el.v17i2.3049

Fikri, M. (2014). Pendidikan Kematian: Memaknai Maut menjadi Sebuah Kerinduan. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 4(1). https://doi.org/https://dx.doi.org/10.22373/jm.v4i1.283

Gill, S. D. (1985). Nonliterate Traditions and Holy Books: Toward a New Model. In F. M. Denny & R. L. Taylor (Eds.), In the Holy Book in Comparative Perspective. University of South Carolina Press.

Goldziher, I. (1983). Mazahib al-Tafsir al-Islami. Dar al-Iqra.

Gusmian, I. (2008). Santri dan Pemaknaan Kitab Suci: Studi Interpretatif Simbolik terhadap Al-Qur’an di Pesantren Yogyakarta. In Dialektika Teks Suci Agama. Strukturasi Makna Agama dalam Kehidupan Masyarakat. Pustaka Pelajar.

Iser, W. (1978). The Act of Reading; A Theory of Aesthetic Response. John Hopkins University Press.

Iswatunnisa, K. (2015). Keserasian Bunyi Akhir dalam Al-Qur’an Surah al-Insyirah (Kajian Aspek Fonologi terhadap Al-Qur’an). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Jamil, A., & et.al. (2002). Islam dan Kebudayaan Jawa. Gema Media.

Kartika, C. (2018). Peran Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sawiji dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Mujur Lor, Kec. Kroya, Kab. Cilacap. IAIN Purwokerto.

Lawrence, B. (2013). The Qur’an: A Biography. Athlantic Book Ltd.

Mansyur, M. (2007). Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadis. TH Press.

Moleong, L. J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mujahidin, A. (2016). Analisis Simbolik Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an sebagai Jimat dalam Kehidupan Masyarakat Ponorogo. Kalam: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 10(1), 43–64. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/klm.v10i1.159

Mustaqim, A., & et.al. (2007). Metodologi Penelitian Living Quran dan Hadis. TH Press.

Nata, A. (2014). Masa’il al-Fiqhiyyah. Kencana.

Pradopo, R. D. (2007). Beberapa Teori Sastra: Metode Kritik dan Penerapannya. Pustaka Pelajar.

Rafiq, A. (2012). Sejarah Al-Qur’an: Dari Pewahyuan ke Resepsi Sebuah Pencarian Awal Metodologis. In Islam Tradisi dan Peradaban. Bina Mulia Press.

Ratna, N. K. (2009). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Saeed, A. (1999). Rethinking “revelation” as Precondition for Reinterpreting the Qur’an: a Quranic Perspective. Journal of Quranic Studies, 1.

Soehadha, M. (2012). Metode Penelitian Sosial Kualitatif untuk Studi Agama. SUKA Press.

Syahrur, M. (2007). Rahasia Umur, Rizki dan Amal: Sebuah Kajian Epistemologi Islam. Naunsa.

Wijaya, A. (2005). Relasi al-Qur’an dan Budaya Lokal: Sebuah Tatapan Epistemologis. Jurnal Hermeneia, 4(2), 235–257.

Yatim, B. (1991). Surat Tabaarak: Pendinding dari Siksa Kubur. Aneka Pustaka Islam.

Zaid, N. H. A. (2000). Mafhum al-Nas: Dirasat fi “Ulum al-Qur”an. al-Markaz Tsaqafi al-Arabi.

Zaman, A. R. B. (2019). Resepsi Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci Purwokerto. Maghza: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24090/maghza.v4i1.2142




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/pp.v24i2.1320

Article Metrics

Abstract view : 197 times
PDF - 227 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Potret Pemikiran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Rumah Jurnal IAIN Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by Potret Pemikiran are licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

PotretPemikiran, ISSN 1693-1874(Print), ISSN 2528-0376 (Online)