KECEMASAN MENJELANG BERAKHIRNYA KONTRAK KERJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KONTRAK
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan menjelang habisnya masa kontrak dengan kinerja karyawan kontrak di sebuah Puskesmas di Kabupaten Lembata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel mencakup 78 karyawan kontrak yang ditetapkan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan mencakup aspek kognitif, motorik, somatik, dan afektif serta skala kinerja mencakup efektivitas, tanggung jawab, disiplin, dan inisiatif. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel, ditunjukkan oleh nilai r = -0,129 dan p = 0,260 (p > 0,05). Nilai R² sebesar 0,017 mengindikasikan bahwa kecemasan hanya berkontribusi 1,7% terhadap kinerja, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, kecemasan menjelang habisnya kontrak bukan merupakan faktor utama yang menentukan kinerja karyawan kontrak di Puskesmas tersebut.
Kata kunci: Kecemasan kerja, Masa Kontrak, inerja karKyawan, Karyawan KontrakKeywords
Full Text:
PDFReferences
Abon Laot, A. (2023). Laporan internal Puskesmas Lembata mengenai kondisi psikologis tenaga kontrak.
Astuti, R. (2018). Sistem kerja kontrak dan implikasinya terhadap ketidakpastian kerja. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 12(2), 45–56.
Azahra, N., Aspin, F., & Citra, L. (2020). Hubungan kecemasan dengan kinerja karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 9(1), 12–20.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. American Psychologist, 55(1), 68–78.
Gunarsa, S. D. (2012). Psikologi praktis: Anak, remaja, dan keluarga. BPK Gunung Mulia.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing.
Mangkunegara, A. P. (2013). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Remaja Rosdakarya.
Prawirosentono, S. (2008). Kinerja: Teori dan aplikasi. BPFE.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson.
Ruhana, I., Santoso, B., & Wahyudi, A. (2015). Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis, 25(1), 1–8.
Satata, W. (2021). Dampak ketidakpastian kerja terhadap kecemasan dan produktivitas. Jurnal Psikologi Kerja, 6(2), 101–115.
Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.
Shinta, D. (2006). Pengaruh kecemasan terhadap motivasi kerja. Jurnal Psikologi, 3(2), 55–64.
Sue, D., Sue, D. W., Sue, S., & Sue, D. M. (2010). Understanding abnormal behavior (9th ed.). Cengage Learning.
Widyantari, D., Putra, I. G. A., & Lestari, L. P. (2012). Pengaruh tekanan psikologis terhadap efektivitas kerja. Jurnal Psikologi Sosial, 14(1), 31–40.
DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jiva.v6i1.4022
Article Metrics
Abstract view : 44 timesPDF - 48 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
Program Studi Psikologi Islam
Institut Agama Islam Negeri Manado
Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

All publication by Jurnal JIVA' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


