WORK FAMILY CONFLICT PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH DI HOTEL X BALI
Abstract
ABSTRAK
Adanya tuntutan dari pekerjaan serta tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga menjadikan pekerja wanita yang sudah menikah harus memiliki keseimbangan waktu antara pekerjaan dan keluarga. Apabila pekerja wanita yang sudah menikah mengalami konflik dan tidak mampu mengatasi konflik dalam keluarganya maka rentan dalam memengaruhi keterlibatan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara work family conflict dengan work engagement, selain itu penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dari kedua variabel tersebut dengan social desirability yaitu sikap yang menunjukkan sesuatu hal yang baik saja. Subjek dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sebanyak 60 pekerja wanita yang sudah menikah di Hotel X. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan teknik analisa Pearson Correlation. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel work family conflict dengan work engagement memiliki hubungan yang positif yang artinya semakin tinggi tingkat work family conflict yang dimiliki maka semakin tinggi tingkat work engagement yang dimiliki. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa karyawan melakukan social desirability dalam merespon skala work family conflict. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu subjek melakukan social desirability atau menunjukkan sesuatu hal yang baik saja terhadap pengisian skala work family conflict dan work engagement.
Kata Kunci: Keinginan sosial, konflik keluarga kerja, keterikatan kerjaKeywords
Full Text:
PDFReferences
Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bakar, H. A., Walters, T., & Halim, H. (2014). Measuring Communication Styles in the Malaysian Workplace : Instrument Journal of Intercultural Communication Measuring Communication Styles in the Malaysian Workplace : Instrument Development and Validation. Journal of Intercultural Communication Research, 43(2), 87–112. https://doi.org/10.1080/17475759.2014.899508
Bakker, A. B., Schaufeli, W. B., Leiter, M. P., & Taris, T. W. (2008). Work & Stress : An International Journal of Work , Health & Organisations Work engagement : An emerging concept in occupational health psychology. November 2014, 37–41. https://doi.org/10.1080/02678370802393649
Badan Pusat Statistik Bali. (2024). Hunian kamar berbintang. doi: https://bali.bps.go.id/
Chung, J., & Monroe, G. S. (2003). Exploring Social Desirability Bias. 291–302.
Deshpande, S. P. (2014). Social desirability : The role of over-claiming , self-esteem , and emotional intelligence. September 2006.
Gede, D., & Satria, A. (2015). PENGARUH WORK - FAMILY CONFLICT DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN TURNOVERINTENTION. 4(11), 3703–3734.
Harianto, E., Matahari, D., & A. (2018). Hubungan antara agresi relasional dan self-esteem mahasiswi universitas x. October 2017. https://doi.org/10.24854/jpu22017-104
Laksmi, N. A. P. (2012). Hubungan antara Konflik Peran Ganda ( Work Family Conflict ) dengan Kepuasan Kerja pada Karyawati bagian. 1(02), 124–130.
Lewis, J. (2009). Work-family balance, gender and policy. UK: Edward Elgar Publishing.
Moha, S., & Loindong. (2016). THE ANALYSIS OF SERVICE QUALITY ON CUSTOMER SATISFACTION AND FACILITIES. 4(1), 575–584.
Nurtjahjanti, H. (2017). HUBUNGAN ANTARA WORK-FAMILY CONFLICT DENGAN KETERLIBATAN KERJA. 7(Nomor 3), 330–336.
Retnaningrum, A. K., & Musadieq, M. Al. (2016). PENGARUH WORK-FAMILY CONFLICT TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA ( Studi pada perawat wanita RSUD Wonosari Yogyakarta ). 36(1).
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 10. Sekretariat Negara. Jakarta. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2015). Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) (Edisi 16). Jakarta: Salemba Empat.
Riana, I. W. J. (2016). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana , Bali , Indonesia PENDAHULUAN Perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang dihasilkan dari evaluasi karakteristik pekerjaan yaitu merupakan kepuasan kerja . Kepuasan karyawan memegang peran penting dal. 5(7), 4630–4659.
Salanova, M., & Agut, S. (2005). Linking Organizational Resources and Work Engagement to Employee Performance and Customer Loyalty : The Mediation of Service Climate. 90(6), 1217–1227. https://doi.org/10.1037/0021-9010.90.6.1217
Setyowati, R. (2003). Perbedaan aspirasi karir antara wanita yang sudah menikah dan yang belum menikah pegawai Negeri sipil.
Simon, M., & Kummerling, A. (2001). European Nursing Profession. 384–391.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulastrie, S., & Abbas, E. A. (2012). Perbedaan Persepsi Terhadap Pengembangan Karir Antara Wanita Menikah Dan Wanita Belum Menikah (Single).
Sutanto, V., Mogi, J. A., Perhotelan, P. M., Ekonomi, F., & Petra, U. K. (2016). ANALISA PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT TERHADAP STRES KERJA DAN KINERJA KARYAWAN DI RESTORAN THE DUCK KING IMPERIAL CHEF GALAXY MALL SURABAYA. 377–391.
Widhiarso, W. (2011). Orientasi Kepatutan Sosial dan Respons Tipuan pada Alat Ukur dalam Konteks Seleksi Kerja. 1, 1–16.
Widodo, F. A. S. (2013). Hubungan Employee Engagement dengan Perilaku Produktif Karyawan. 2(1).
DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jiva.v6i2.4029
Article Metrics
Abstract view : 45 timesPDF - 14 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
Program Studi Psikologi Islam
Institut Agama Islam Negeri Manado
Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

All publication by Jurnal JIVA' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


