KONSEP TOLERANSI (AL-SAMAHAH) ANTAR UMAT BERAGAMA PERSPEKTIF ISLAM

Salma Mursyid

Abstract


Islam as a comprehensive and wholesome system of living and a wisdom foundation is a religion that directs human beings toward a complete life, since the beginning of its introduction (forteen centuries) Islam does not only teach a one dimensional life but also teach a multidimensional one including theology, Worship, muamalah, moral, philosophy, law and many others.

Islam is a complete wholly and perfect teachings that directs a Muslim both in worshipping and in social interaction. All teachings are encapsulated in Alquran and hadits both in a form of general and technical concept. During an interaction, a Muslim and a Non-Muslim have restrictions that are arranged and assigned values and concepts of tolerance (al-samahah) in Islam are resourced from Alquran and hadits. Rules on tolerance in islam is restricted to alBaqarah (2): 256.

One frequently occured problem on the interreligion tolerance is a friction between tolerance and aqidah norms. Some people think that it is not a problem to wish someone Merry Chrismas or even to participate in the celebration believing that it is part of the interreligion tolerance. As a matter of fact in Islam, the concept of tolerance is cleraly stated that aqidah and ibadah are not to be compromised. Thus no matter of how small it is, a friction should be avoided.

Keywords: Tolerance, (al-samahah), Islam

Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia menuju kehidupan yang paripurna. Sebab Islam merupakan suatu sistem kehidupan yang komprehensif dan tuntas serta mengatur pondasi yang bijak hingga pada hal-hal yang terkecil. Jadi, Islam sejak awal kedatangannya (empat belas abad) yang lalu pada hakekatnya telah membawa ajaran yang bukan hanya membahas satu dimensi kehidupan saja, akan tetapi Islam membawa ajaran yang multi dimensi dari kehidupan manusia yaitu dimensi teologi, ibadah, muamalah, moral, filsafat, hukum dan sebagainya.

Islam adalah ajaran yang lengkap, menyeluruh dan sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah maupun berinteraksi dengan lingkungannya. Semua ajaran itu terangkum dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang berbentuk konsep-konsep baik yang global maupun yang bersifat teknis.

Dalam berinteraksi, antara seorang muslim maupun non muslim mempunyai batasan-batasan tertentu yang telah diatur dan ditetapkan. Telah menjadi suatu ketetapan yang harus diikuti dan menjadi dasar pijakan dalam kehidupan antar umat beragama. Nilai-nilai dan konsep toleransi (al-samahah) dalam Islam bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadis. Kaidah toleransi dalam Islam merujuk pada Q.S. al-Baqarah/2: 256.

Masalah yang sering terjadi mengenai penerapan toleransi antar umat beragama ialah ketika toleransi dalam bidang muamalah berhadapan/bersenggolan dengan masalah aqidah dan ibadah. Sebagian orang beranggapan bahwa tidak ada masalah jika mengucapkan selamat natal atau bahkan menghadiri undangan prosesi perayaan hari raya orang non-muslim dengan anggapan bahwa dasar toleransi atau saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda. Padahal dalam Islam, konsep toleransi sungguh sangat jelas bahwa dalam segi aqidah atau ibadah tidak ada toleransi, karena aqidah adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat dikompromi. Oleh karena itu, sekecil apapun perkara yang dapat merusak dan mencederai aqidah keislaman, maka wajib dijauhi dan dihindari.

Kata Kunci: Toleransi (al-Samahah), Islam

 


Full Text:

PDF

References


Al-Qur’an al-Karim

Abdurrahim, Muddathir. dalam The Human Rights Tradition in Islam. London: Praeger, Westport, Connecticut, 2005.

Abdurrahman al-Hageel, Sulieman. Human Right in Islam and Refutation of the Misconceived Allegation Associated with These Right . Riyadh: Dar Eshbelia, t.thAbdillah al-Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, Juz IV. Qahirah: Dar al-Sya’b, 1372 H.

Ahmad bin Hanbal, Imam. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Juz V. t.t: Dar al-Fikr, t.th.

Ali , Atabik dan Ahmad Zuhdi Muhdlor. Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Cet. I; Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, 1996.

Al-Bukhari , Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn al-Bardizbah, Shahih Bukhari, Bab Ilmu Man Qatala Mu’ahad bi Ghairi Jaram, Juz III, dan VI Semarang: Maktabatuh wa Matba’atu Thaha Putra, t.th.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi keempat Cet. II; Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: PT Karya Toha Putra, 2002.

Al-Ja’fiy, Imam Abi Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhary. Shahih Bukhari. Juz I. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th.

Ibnu Hisyam. Al-Sirah al-Nabawiyah, tahqiq Taha Abd al-Rauf Sa’ad, dalam Al-Tasamuh al-Islami (Baina Nazaiyah wa Tatbiq). Juz IV. Kairo: al-Kuliyyah al-Azhariyah, t.th.

Ibnu ‘Asyur, Al-Tahrir wa al-Tanwir. t.t: t.p, t.th. XII/52.

K Hitti, Philip. History of the Arabs. London: The Macmillan Press Ltd, 1973.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an Tematik. Edisi Revisi Cet. I; Jakarta: Kamil Pustaka, 2014.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus al-Munawwir Arab Indonesia Terlengkap. Edisi ke II. Cet. XIV. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997Abdul Malik Salman, Al-Tasamuh Tijah al-Aqaliyyat ka Daruratin li al-Nahdah. Kairo: The International Institute of Islamic Thought, 1993.

Al-Nasaiy, Abu Abdurrahman bin Syu’ayb. Sunan al-Nasaiy al-Mujtaba. Bab Man Qatala Mu’ahad, Juz II. Mesir: Al-Babiy al-Halabiy wa Awladuh, 1964.

Rajafi, Ahmad., "Inkulturasi Wahyu dan Budaya Lokal Serta Implikasinya Terhadap Pembaharuan Hukum Keluarga di Indonesia", Disertasi, IAIN Raden Intan Lampung, 2015

Shihab, Quraish . Tafsir al-Misbah. XI.

Al-Suyuthy , Al-Hafidz Jalaluddin. Sunan Nasaiy. Juz VIII. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, t.th.

Al-Shabuni, Ali. Mukhtasar Tafsir Ibnu Katsir. Jilid I. t.t: t.p, t.th.

Al-Syafi’i. Muhammad bin Idris. Al-Umm. Juz IV. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1973.

Taisir Karimir Rahman. Cet. I; Beirut: Da Ibnu Hazm, 1424 H.

Tafsir Al-Qurthubi 20: 225 .Cet . II. Darul Kutub al-Mishriyyah, 1386 H.

Tim Baitul Kilmah, Ensiklopedia Pengetahuan Al-Qur’an dan Hadis. Jilid VI. Cet. II; Jakarta: Kamil Pustaka, 2014.

Yaqub, Ali Mustafa. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.

http://revelationskhairurrizal.blogspot.co.id/search/label/Ayat-ayat tentang anjuran bertoleransi.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/ajip.v1i2.504

Article Metrics

Abstract view : 1475 times
PDF - 184 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Aqlam: Journal of Islam and Plurality



AQLAM
CrossrefMoraref logo_tuaMoraref logo_mudaGoogle Scholar logoLogo Portal GarudaAcademia-edu - new white logoMendeley logoIOS logoESJI logoresearchbib logoDRJIresearchbib logoRJI logoBASE logoPKP-Index logoissuu logoWorldCat logoneliti.com logoScilit logoneliti.com logo