HUBUNGAN KECEMASAN SOSIAL DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI DIMODERATORI DUKUNGAN SOSIAL ONLINE PADA INDIVIDU PENGGUNA MEDIA SOSIAL

Lativa Dinar, Nur Fitriany Fakhri, Ahmad Ridfah

Abstract


ABSTRACT

Individuals experience various events when disclosing themselves in the real world which trigger social anxiety so that social support is needed so that individuals can disclose themselves both in the world and on social media. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between social anxiety and self-disclosure moderated by online social support for individuals who use social media. The subjects in this study were 310 individual social media users in South Sulawesi obtained using the accidental sampling technique. Self-disclosure was measured using the Revised Self Disclosure Scale, social anxiety was measured using the Social Anxiety Scale for Adolescents and online social support was measured using Online Social Support. The data analysis used in this study is the process test from Hayes. The results showed that there was a significant relationship between social anxiety and self-disclosure moderated by online social support for individual social media users. Online social support strengthens the relationship between social anxiety and self-disclosure in individual social media users.

Keywords: online social support, self disclosure, social anxiety, social media


ABSTRAK

Individu mengalami berbagai peristiwa saat melakukan pengungkapan diri di dunia nyata yang memicu kecemasan sosial sehingga dibutuhkan dukungan sosial agar individu dapat melakukan pengungkapan diri baik di dunia maupun di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecemasan sosial dengan pengungkapan diri dimoderatori dukungan sosial online pada individu pengguna media sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah 310 individu pengguna media sosial di Sulawesi Selatan didapatkan menggunakan teknik accidental sampling. Pengungkapan diri diukur menggunakan Revised Self Disclosure Scale, kecemasan sosial diukur menggunakan Social Anxiety Scale for Adolescents dan dukungan sosial online diukur menggunakan Online Social Support. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji process dari Hayes. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecemasan sosial terhadap pengungkapan diri dimoderatori dukungan sosial online pada individu pengguna media sosial. Dukungan sosial online menguatkan hubungan antara kecemasan sosial terhadap pengungkapan diri pada individu pengguna media sosial.

Kata Kunci: Dukungan sosial online, kecemasan sosial, media sosial, pengungkapan diri


Keywords


Dukungan sosial online, kecemasan sosial, media sosial, pengungkapan diri

Full Text:

PDF

References


Akbar, Z., & Faryansyah, R. (2018). Pengungkapan diri di media sosial ditinjau dari kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Sosial dan Humaniora, 2(2), 94-99.

Apriliana, I. P. A., & Suranta, K. (2019). A confirmatory factor analysis of social anxiety scale for adolescence (SAS-A) in Indonesian form. KONSELOR, 8(3), 98-103.

Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Publiciana, 9(1), 140-157.

Cohen, J. (2011). Social support received online and offline by individuals diagnosed with cancer. (Disertasi doktoral). Diunggah dari https://scholarscompass.vcu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=3508&context=etd.

Danaparamita, E. D., & Nadiroh. (2019). Dukungan sosial terhadap manajemen pelestarian lingkungan kawasan ekowisata mangrove taman hutan raya ngurah rai bali. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 8(1), 38-43.

Dicky, M., & Rachmawati. (2019). Konsep diri dan kecemasan sosial pada remaja homoseksual. Psychology Journal of Mental Health, 1(1), 89-97.

Dodge, K. A., & Pettit, G. S. (2003). A biopsychosocial model of the development of chronic conduct problems in adolescence. Developmental Psychology, 39(2), 349–371.

Haryanto. (2015). Pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi komunitas pustakawan homogen dalam rangka pemanfaatan bersama koleksi antar perguruan tinggi. Journal of Library and Information Science, 5(1), 83-89.

Herlina., Widyawati., & Mariyono, S. (2009). Hubungan tingkat dukungan sosial dengan tingkat depresi pada ibu postpartum. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(1), 24-31.

Igartua, J. J., & Hayes, A. F. (2022). Mediation, moderation, and conditional process analysis: Concepts, computations, and some common confusions. The Spanish Journal of Psychology, 24, 1-23.

Indriyani, V. R. (2018). Pengungkapan diri siswa di media sosial Instagram (studi deskriptif terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kuningan Tahun Ajaran 2017/2018). (Skripsi). Diunggah dari http://repository.usd.ac.id/31259/2/141114067_full.pdf.

La Greca, A.M., & Lopez, N. (1998). Social anxiety among adolescents: Linkages with peer relations and friendships. Journal Of Abnonnal Child Psychology, 26 (2), 83-94.

Lin, L., dkk. (2020). Internet addiction mediates the association between cyber victimization and psychological and physical symptoms: Moderation by physical exercise. BMC Psychiatry 20(144), 1-8.

Lyubenko, R. (2022). Researching social support on social networking sites: relevance and main challenges. NaUKMA Research Papers Sociology, 5, 39-49.

Kang, S. H., & Gratch, J. (2010). Virtual humans elicit socially anxious interactants’ verbal self-disclosure. Computer Animation and Virtual Worlds, 21(3), 473-482.

Ma’rifah, N. L., & Budiani. (2012). Hubungan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 3(1), 17-27. doi: 10.26740/jptt.v3n1.p17-27.

Nurbaiti, N., Miskanik, M., & Krisnanda, V. D. (2021). Hubungan antara kecemasan dan keterbukaan diri dalam pergaulan sehari-hari remaja di Karang Taruna Setiabudi Jakarta. Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa, 1(2), 129-134.

Pangayuninggalih, S. A., & Helmi, A. F. (2020). Perbedaan pengungkapan diri online di media sosial pada remaja dan dewasa awal. Universitas Gadjah Mada.

Pebriyani, U., Sandayanti, V., Pramesti, W., & Safira, N. (2019). Dukungan sosial dengan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian akhir nasional. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 78-85.

Putri, N. I. M., & Widodo, P. B. (2013). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan pengungkapan diri pada siswa kelas VII SMP Negeri 01 Kajen Kabupaten Pekalongan. Jurnal EMPATI, 2(3), 464-473.

Rachmawaty, F. (2015). Peran pola asuh orang tua terhadap kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 31-42.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Diunggah dari http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf.

Riyatno, A. D. (2022). Hootsuite (We are social): Indonesian digital report 2022. Diunggah dari https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2022/.

Saputra, M. A. (2022). Hubungan kecemasan sosial dan kesepian dengan pengungkapan diri di media sosial whatsapp. (Skripsi). Diunggah dari http://repository.uin-suska.ac.id/59064/1/BAB%20I%20-%20Lampiran.pdf.

Setianingsih, E. S. (2015). Keterbukaan diri siswa (Self disclosure). Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(2), 46-64.

Sugiono, S. (2004). Konsep, identifikasi, alat analisis dan masalah penggunaan variabel moderator. Jurnal Studi Manajemen Organisasi, 1(2), 61–70.

Tang, X, Liu, Q., Cai, F., Tian, H., Shi, X., & Tang, S. (2022). Prevalence of social anxiety disorder and symptoms among Chinese children, adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. Front Psychol, 13, 01-13.

Utomo, W. P. B., & Laksmiwati, H. (2019). Hubungan harga diri dengan pengungkapan diri pada siswa-siswi pengguna jejaring sosial Instagram di SMA Negeri 1 Gedangan. Jurnal Psikologi, 5(1), 1-5.

Wahyuni, L. D., & Radjito. (2017). Dukungan sosial dan pengungkapan diri pada peserta didik program kesetaraan paket B. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 6(1), 7-16.

Walter, N. (2018). Online social support. Interdisciplinary Context of Special Pedagogy, 23(1).

Wheeless, L. R. & Grotz, J. (1976). Conceptualization and measurement of reported Self-Disclosure. Journal Conceptualization And Measurement Self-Disclosure, 2(4), 338 – 346.

Widiyawati, T. L., & Wulandari, D. A. (2021). Pengungkapan Diri melalui media sosial dan komunikasi interpersonal ditinjau dari jenis kelamin pada siswa. PSIMPHONI, 2(1), 48-57.

Wolman, B.B., & Sticker, G. (1994). Anxiety and related disorder: A Handbook. Canada: Jhon Wiley & Sons, Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jiva.v4i2.2843

Article Metrics

Abstract view : 386 times
PDF - 653 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health, ISSN 2723-4363 (Online) indexed by :

     
           

 

 

JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
Program Studi Psikologi Islam
Institut Agama Islam Negeri Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by Jurnal JIVA' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.