FENOMENA VALIDASI DIGITAL: ANALISIS KOLERASI ANTARA KETERLIBATAN MEDIA SOSIAL DAN TENDENSI NARCISSISTIC PERSONALITY PADA GENERASI Z
Abstract
ABSTRAK
Validasi digital melalui mekanisme seperti like dan komentar di platform media sosial telah berkembang menjadi komponen utama interaksi sosial bagi generasi Z, kelompok yang lahir dan tumbuh di Tengah kemajuan teknologi informasi. Meskipun memberikan konfirmasi sosial cepat, fenomena ini berisiko mengganggu kesejahteraan psikologis ,termasuk meningkatnya Tingkat kegelisahan dan kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD). latar belakang penelitian ini berpijak pada perubahan pola interaksi digital yang membentuk identitas diri dan memengaruhi dinamika psikologis pengguna muda. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 92 Responden, penelitian ini menilai empat variable: validasi digital,teendensi Narcissistic Personality Traits, Kesehatan mental, serta perilaku digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan akan pengakuan sosial secara daring tergolong tinggi, namun kecenderungan narsistik ekstrem tetap rendah, dan dampak terhadap Kesehatan mental berada pada Tingkat moderat. Temuan ini menegaskan bahwa validasi digital berperan dalam pembentukan identitas dan kesejahteraan psikologis, namun efeknya tidak selalu mengarah pada narsisme patologis.
Kata Kunci: Validasi Digital, Like-Comment, Generasi Z, Narcissistic Personality Traits, Kesehatan Mental.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Nursiyam,N.S. Wahidah.Y.E. (2024).Teori Psikoanalisis Sigmund Freud Dalam Penerapan Pembinaan Akhlak Peserta Didik. Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman. Vol.06 No.01. 1-9.
Aditya.R. Nupusiah.U.(2023). Paradigma Psikoanalisis Dalam Perspektif Sigmud Freud. Journal Education and Government Wiyata. Vol.1.No.3. 171-177.
Hermawan.D.S.(2025). Ego Dital : Bagaimana Media Sosial Membentuk Identitas Kita.Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/392601316
Aldila.R.F. (2025).Identitas Maya Dan Pengaruh Validasi Sosial Di Era Media Digital.Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/392735230
Yang, L. (2015). Who Pays for Online Content? A Media Dependency Perspective: Comparing Young and Older People. Journal/Publisher (Taylor & Francis).
Yuan, Z., et al. (2024). Impact of media dependence: how emotional interactions with media influence users (Frontiers in Psychology). Frontiers in Psychology, 2024.
Tresnawaty, Betty. 2020. “Prinsip Kearifan Lokal ‘Sabilulungan’ dalam Pengembangan Strategi Kehumasan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung”. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2, 229-248.
Van Schie, C. C., Jarman, H. L., Reis, S. Et al. (2021). Narcissistic traits in young people and how experiencing shame relates to current attachment challenges. BMC Psychiatry, 21, 246.
Day, N. J. S., Townsend, M. L. & Grenyer, B. F. S. (2020). Living with pathological narcissism: a qualitative study. Borderline Personality Disorder and Emotion Dysregulation, 7, 19.
Kristyowati, Y. (2021). Generasi “Z” dan strategi melayaninya. Ambassadors: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(1), 23-34.
Fitrialis, R., Rahmadani, T., Vania, N. R., Nabila, N. P., Fitriana, N., & Elsani, D. (2024). Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Remaja. Jurnal Akuntansi, Bisnis Dan Ekonomi Indonesia (JABEI), 3(2), 30-34.
Ardiansyah, A., Sarinah, S., Susilawati, S., & Juanda, J. (2022). Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Jurnal Kependidikan, 7(1), 25-31.
Prihartanta, W., Perpustakaan, J. I., & Komunikasi, D. (2015). Teori-teori motivasi. Jurnal Adabiya, 1(83), 1-14.
Freud, B. S. (2002). Psikoanalisis sigmund freud. Filsafat Keseharian, 291.
Wijayati, F., Nasir, T., Hadi, I., & Akhmad, A. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian harga diri rendah pasien gangguan jiwa. Health Information: Jurnal Penelitian, 12(2), 224-235.
Engkus, E., Hikmat, H., & Saminnurahmat, K. (2017). Perilaku narsis pada media sosial di kalangan remaja dan upaya penanggulangannya. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(2).
Akbar, R. S., Aulya, A., Psari, A. A., & Sofia, L. (2019). Ketakutan akan kehilangan momen (FoMO) pada remaja kota Samarinda. Psikostudia J. Psikol, 7(2), 38.
Walangitan, Z. T. Q., & Dewi, F. I. R. (2024). Harga diri dan kepuasan hidup sebagai prediktor Fear of Missing Out (FoMO). Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 8(1), 120-127.
Fitri, H., Hariyono, D. S., & Arpandy, G. A. (2024). Pengaruh self-esteem terhadap fear of missing out (FOMO) pada generasi Z pengguna media sosial. Jurnal Psikologi, 1(4), 21-21.
Hastini, L. Y., Fahmi, R., & Lukito, H. (2020). Apakah Pembelajaran Menggunakan Teknologi dapat Meningkatkan Literasi Manusia pada Generasi Z di Indonesia?. Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10(1), 12-28.
DOI: http://dx.doi.org/10.30984/jiva.v6i1.4023
Article Metrics
Abstract view : 344 timesPDF - 325 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
Program Studi Psikologi Islam
Institut Agama Islam Negeri Manado
Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

All publication by Jurnal JIVA' are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


