Etika dan Adab Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim

Umi Hafsah

Abstract

Abstract, The purpose of education is not only to improve human intellectuals, but also their behavior. However, along with the increasing number of educated people, these goals have not yet been reached. There is no consistency between acquired knowledge and human behavior. One of reason for emergence this problem is increasingly pracmatic and material educational orientation. So that, the character of education is become a serious problem. This problem is not much different from the reality of education in classical times. On this basis, one of muslim scholars namely al-Zarnuji, wrote a book about the method of learning to gain useful knowledge. The method offered by al-Zarnuji contains of technical learning dan athicak matters in studying. Then, to achieve eductional goals, students must carry out the good deed since the learning process.

Keyword: Ethics and manners of learning, al-Zarnuji, Ta’lim Muta’allim

 

Abstrak, Tujuan pendidikan semata-mata bukan hanya untuk meningkatkan intelektual manusia, tetapi juga memperbaiki perilaku mereka. Akan tetapi, seiring semakin bertambahnya manusia yang terdidik, tujuan pendidikan ini masih belum tercapai. Singkatnya, tidak ada kesinambungan antara pengetahuan yang didapat dengan perilaku manusia. Salah satu sebab munculnya masalah ini diantaranya adalah orientasi pendidikan yang semakin pragmatis dan materiil. Dalam proses menuntut ilmu manusia digiring untuk fokus pada pencapain-pencapain yang akan didapatkan ketika mereka menempuh proses pendidikan. Sehingga pendidikan budi pekerti semakin terlewatkan dan merupakan permasalahan serius dalam bidang pendidikan sekarang ini. Permasalahan yang ada dalam bidang pendidikan tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan realitas pendidikan di zaman klasik. Atas dasar ini, salah satu ulama’ yang hidup pada abad 12 M, yaitu al-Zarnuji menulis sebuah kitan berjudul Ta’lim Muta’allim, yang berisi metode belajar agar pelajar berhasil meraih kemanfaatan ilmu. Metode belajar yang ditawarkan al-Zarnuji tidak hanya berisi hal-hal teknis seperti giat belajar dengan mengulangi pelajaran, berdiskusi, menganalisis dan mencatat. Al-Zarnuji sangat menekankan etika dan adab menuntut ilmu, seperti menjaga diri, tidak tamak pada dunia, tawadhu’ dan wara’. Maka, agar mencapai tujuan pendidikan, pelajar juga harus melaksanakan hal-hal baik sejak dalam proses belajar.

Kata kunci : Etika dan Adab belajar, al-Zarnuji, Ta’lim Muta’allim

Full Text:

PDF

References

Affandi Mochtar. (2008). Kitab Kuning dan Tradisi Akademik Pesantren. (Bekasi: Pustaka Isfahan.

Al-Zarnuji, B. al-I. (2004). Ta’lim Muta’allim ‘ala Thariqi Ta’allum. Sudan: al-Dar al-Sudaniyah li al-Kutub.

Arifin, M. (1996). Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tujuan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.

As’ad, A. (2007). Ta’lim Muta’alim Bimbingan Bagi Penunutut Ilmu Pengetahuan, terj. Kudus: Menara Kudus.

Bagus, L. (1960). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Bertens, K. (2015). Etika (cet. ke-12). Yogyakarta: Kanisius.

Bisri, A. and M. A. F. (1999). Kamus al-Bisri. Surabaya: Pustaka Progresif.

Jalal, A. al-F. (1977). Min al-Ushul al-Tarbawiyah Fi al-Islam. Mesir: Dar al-Kutub al-Mishriyyah.

Khan, M. A. (1986). Sumbangan Umat Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. (Bandung: Rosdakarya.

Muchtar, H. J. (2005). Fikih Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Poerwadarminta, W. J. S. (1966). Kamus Umum Bahasa Indonesia, cet ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.

Shofwan, A. M. (20117). Metode Belajar Menurut Imam Zarnuji : Telaah Kitab Ta’lim Muta’allim. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 2.

Thoha, C. (1997). Substansi Pendidikan Islam : Kajian Teoritis dan Antisipatif Abad XXI. Barjarmasin: IAIN Banjarmasin.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1988). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Wirianto, D. (2013). Konsep Pedagogik Al-Zarnuji. Islamic Studies Journal, 1.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.