Keberanian Moral: Tantangan guru saat ini.

Nurul Ismi, Marty Mawarpury

Abstract


Abstract. Throughout the course of history and culture, courage is considered a high value of goodness because it can help people to be able to face the challenges of their lives. Moral courage is a form of courage involving behavioral expression by conveying inconvenience to disputes, reproaches, and rejection. It has been a concern for the past two decades because teachers and schools are constantly faced with normative problems,  violence in a school and student  are sometimes seems to have lost their way when dealing with norms and values. The purpose of this research is to know how the dynamics of moral courage to the teacher. Data in this research is obtained by using qualitative research method with case study design. Subject selection using purposive sampling technique. Respondent to this research is a teacher who has wrestle his profession for 10 years. Data collection research by interview. The results of this study indicate that the respondents have had five aspects of moral courage that is, the presence and recognition of the moral situation, moral choice, behavior, individuality, and fear.

Keyword: Moral Courage, Teacher, Case Study

Abstrak. Sepanjang perjalanan sejarah dan budaya, keberanian dinilai sebagai sebuah nilai kebaikan yang tinggi karena dapat membantu orang-orang untuk mampu menghadapi tantangan hidup mereka. Keberanian moral merupakan salah satu bentuk keberanian yang melibatkan ekspresi perilaku dengan menyampaikan ketidaknyamanan atas pertikaian, celaan, dan penolakan. Telah menjadi kekhawatiran selama dua dekade terakhir dikarenakan guru dan sekolah yang terus menerus dihadapkan pada permasalahan normatif, kekerasan di sekolah dan siswa yang terkadang tampak telah kehilangan araha mereka ketika berhadapan dengan hal yang berkaitan dengan norma dan nilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika keberanian moral pada guru. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Responden pada penilitian ini merupakan seorang guru yang telah menggeluti profesinya selama 10 tahun. Pengumpulan data penelitian dengan cara wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden telah memiliki lima aspek keberanian moral yaitu, kehadiran dan pengenalan terhadap situasi moral, pilihan moral, perilaku, individualitas, dan rasa takut.

Kata kunci : Keberanian Moral, Guru, Studi Kasus

Full Text:

PDF

References


Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Kidder, R. M., & Bracy, M. (2001). Moral Courage: A White Paper. Institute for Global Ethics.

Klaassen, C. (August, 2008). Teachers and Moral Courage : Moral Courage and Normative Professionalism. Paper presentes at the 1st symposium on moral and democratic education, Florina, Greece.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Keberanian Miftah Harus Diapresiasi. (27 Maret 2016). Radar Tasikmalaya. Diunduh pada 10 April, 2017 dari http://www.radartasikmalaya.com

Miller, R. (2005). Moral Courage: Definition and Development. Unites States: Ethics Resource Center.

Mulyasa, E. (2007). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Osswald, S., Frey, D., & Streicher, B. (2012). Moral Courage. In Justice and Conflicts. Springer Berlin Heidelberg. DOI 10.1007/978-3-642-19035-3_24.

Snyder, C. R., & Lopez, S. J. (2007). Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strenghts. USA: SAGE Publications, Inc.

Suparlan. (2008). Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Mendiknas RI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar logo