EKSISTENSI AKAL DALAM AL-QURAN DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Rizal Darwis

Abstract


Abstract: The existence of sense in humans is a privilege given by Allah swt. Humans with their minds can think, reason, and appreciate all of Allah's creations. This article aims to examine the existence of sense in the Qur'an and its applications in the community life. The results showed that the Qur'an as a source of basic material in Islamic law provides a large portion of the use of the human mind. The mind is assisted by the senses, namely the eyes, nose, ears, tongue, and feelings (skin), so that sensory observations or empirical observations are formed. The use of sense in people's lives is something very important, namely to understand and make reasoning on issues of excavation and rechtvinding. These reasonings are reasoning of the description of text the Quran and hadith (al-bayani), the reasoning of cause (ta'lili), and reasoning of benefit (istishlahi).Keywords: Sense, Reasoning, RechtvindingAbstrak: Keberadaan akal pada diri manusia merupakan keistimewaan yang diberikan Allah swt. Manusia dengan akal yang dimilikinya dapat berpikir, melakukan penalaran, dan penghayatan terhadap segala ciptaan Allah swt. Artikel ini bertujuan mengkaji eksistensi akal dalam Al-Quran dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran sebagai sumber materi pokok dalam hukum Islam memberikan porsi yang besar terhadap penggunaan akal pikiran manusia. Akal pikiran tersebut dibantu oleh alat inderawi, yaitu mata, hidung, telinga, lidah, dan perasaan (kulit), sehingga terbentuk pengamatan inderawi atau pengamatan empiris. Penggunaan akal dalam kehidupan masyarakat adalah sesuatu yang sangat penting, yaitu untuk memahami dan melakukan penalaran terhadap persoalan-persoalan penggalian dan penemuan hukum. Penalaran-penalaran tersebut, yaitu penalaran al-bayani, pelanaran talili dan penalaran istishlahi.

Kata Kunci: Akal, , Penalaran, Penemuan Hukum


Full Text:

PDF

References


Amin, Miska Muhammad. Epistemologi Islam: Pengantar Filsafat Pengetahuan Islam. Jakarta: UI-Press, 2006.

Arfa, Faisar Ananda. Filsafat Hukum Islam. Medan: Citapustaka Media Perintis, 2007.

Al-Baqi. Mujam al-Mufahras fi al-Fas al-Qurn al-Karim. Beirut: Dar al-Fikr, 1981.

Basyir, Ahmad Azhar. Pokok-Pokok Persoalan Filsafat Hukum Islam. Yogyakarta: UII Pres, 1984.

Darmawati H., Filsafat Hukum Islam. Makassar: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, 2019.

Denffler, Ahmad Von. Ilmu Al-Qur'an: Pengenalan Dasar, terj. Ahmad Nashir Budiman. Jakarta: Rajawali, 1988).

Djamil, Fathurrahman. Filsafat Hukum dalam Islam. Jakarta: Logos, 1997.

Djazuli, A. Ilmu Fiqh Penggalian, Perkembangan dan Penerapan Hukum Islam, Ed. Revisi. Cet. V; Jakarta: Prebada Media, 2005.

Al-Dzarkasyi, Badruddin. Al-Bahr al-Muhit, Juz V. Beirut: Maktabah al-Turats al-Islamiy, 1982.

Al-Ghazali. Al-Mustashfa min Ilm al-Ushul, Jil. II. Kairo: t.p.

Hamidi, Jazim. Hermeneutika Hukum, Teori Penemuan Hukum Baru dengan Interprestasi Teks. Yogyakarta: UII Pres, 2004.

Hanafi, Ahmad. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1996.

Hitty, Philip K. History of the Arabs. United Kingdom: Palgrave Macmillan, 2002.

Ibnu Rusyd. Fashl al-Maqal wa Taqrir ma Bain al-Hikmah wa as- Syariah Min al-Ittishal. Beirut: Dar al-Masyriq, 1986.

Jaelani, Abd. Qadir. Filsafat Islam. Bina Ilmu: Surabaya, 1994.

Khallaf, Abd al-Wahhab. Mashadir al- Tasyr al-Islami fima al-Annash Fih. Kuwait: Dar al-Qalam li al-Nasyr wa al-Tauzi, 1993.

Khallaf, Abdul Wahab. Ilm Ushul al-Fiqh. Mesir: Maktabah al-Dawah al- Islamiyah Syabab al-Azhar, 1968.

Mahdi. The Holy Quran and The Sciences of Nature, terj. Agus Efendi, Filsafat Sains menurut Al-Quran. Cet. X; Bandung: Mizan, 1998.

Mahmud, M. Natsir. Efistemologi dan Metode Studi Islam. Makassar: t.p., 1998.

Nasution, Harun. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: UI Press, 1986.

Qalaji, Muhammad Rawwas. Mujam Musthalahat Ushul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Fikr, 2000.

Al-Qardhawi, Yusuf An-Ns wa al-Haq, terj. Luqman Hakim, Efistemologi Al-Quran. Cet. II; Surabaya: Risalah Gusti, 1993.

Al-Qardhawi, Yusuf. Al-Quran Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gema Insani Press, 1998.

Quthb, Sayyid. Fi Zhilal al-Quran, Juz V. Beirut: Dar al-Syaruq, 1973.

Rabiah, Abdul Aziz ibn Abdurrahman ibn Ali. Adillat al-Tasyri al-Mukhatalaf fi al-Ihtija Biha. Cet. I; t.t.: Muassasat al-Risalat, 1399 H/1979 M.

Rahman, Asjmuni A. Metode Penetapan Hukum Islam. Cet. II; Jakarta: PT. Bulan Bintang, 2004.

Rasjidi, H. M., et. al., Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang, 1997.

Rumi, Fuad. Filsafat Ilmu. Makassar: UMI, 1999.

Sadi, Syaikh Abdurrahman bin Nashir. Tafsir al-Quran, Jil. 1. Jakarta: Darul Haq, 2016.

Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan. Cet. XXXI; Bandung: Mizan, 1994.

Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqh, Jil. 1. Jakarta: Kencana, 2008.

Al-Syawaikh, Adil. Talil al-Ahkam fi al-Syariah al-Islamiyah. Thantha: Dar al-Basyir liltsaqafah wa al-Ulum, 2000.

Zahrah, Muhammad Abu. Ushul al-Fiqh, terj, Saefullah Mashum, Ushul al-Fiqh. Cet. VI; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.

Zakaria. Maqyis al-Lugah, Jil. III dan Jil. IV Mesir: Mustafa al-Bb al-Halabi, 1974.

Kurdi, Rofii. Efistemologi al-Quran, Tesis. Makassar: PPS IAIN Alauddin Makassar, 1994.

Bakhtiar. Epistimologi Bayani, Talili Dan Istislahi Dalam Pengembangan Dan Pembaharuan Hukum, Tajdid: Jurnal Ilmu Keislaman dan Ushuluddin 18, no. 1 (2015).

Bay, Kaizal. Metode Mengetahui Illat Dengan Nash (Al-Quran Dan Sunnah) Dalam Qiyas, Jurnal Ushuluddin XVIII, no. 2 (2012).

Latif, Abdul. Al-Quran Sebagai Sumber Hukum Utama, Jurnal Ilmiah: Hukum dan Keadilan 4, no. 1 (2017).

Masang, Azis. Kedudukan Filsafat Dalam Islam, Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 11, no. 1 (2020).

Thahir, M. Kajian Al-Quran Sebagai Sumber Hukum, Al-Fathonah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman 1, no. 1 (2021).

Yulita, Erma. Akal dan Pengetahuan dalam Al-Quran, MITRA PGMI: Jurnal Kependidikan MI 1, no. 1 (2015).

Darwis, Rizal. Corak Pendekatan Hukum Islam (Bayani, Talili dan Istislahi), Makalah, dipresentasikan pada Forum Seminar Kelas Mata Kuliah Filsafat Hukum Islam Semester 1, Program Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, 2009.

Salim, Muin. Metodologi Tafsir: Sebuah Rekonstruksi Epistemologis Memantapkan Keberadaan Ilmu Tafsir sebagai Disiplin Ilmu, Disampaikan dalam Orasi Pengukuhan Guru Besar IAIN Alauddin, 28 April 1999.

Kementerian Agama RI, Quran Kemenag in Microsoft Word (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Badan Litbang dan Diklat) dalam https://lajnah.kemenag.go.id.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/ajip.v7i1.1837

Article Metrics

Abstract view : 450 times
PDF - 75 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aqlam: Journal of Islam and Plurality

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Rumah Jurnal IAIN Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by AQLAM: Journal of Islam and Plurality are licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.