From Lakon to Wahyu: Qur’anic Ritualization of Ruwat Santri in Banyuwangi

Saichul Anam, Yusuf Yusuf

Abstract


Abstract: This study explores the dynamic interplay between the Qur’an and local traditions, focusing on the Javanese cultural context where Islamization unfolds not through hegemonic imposition, but through symbolic and dialogical integration. A prominent example of this process is the transformation of the ruwatan ritual in Kedungasri Village, Banyuwangi, from a tradition rooted in Javanese wayang narratives and mystical incantations into a Qur’an-based ritual known as ruwatan santri. This ritual rearticulates spiritual purification by centering on reciting Qur’anic verses while maintaining its cultural anchoring in Javanese cosmology. Employing the framework of living Qur’an studies, this research positions ruwatan santri as a locus of meaning-making in which sacred texts are recontextualized within local practices. The analysis draws on Max Weber’s theory of social action, categorizing ritual motivations into traditional, affective, instrumental-rational, and value-rational types. The findings reveal that ruwatan santri is perceived as: (1) a traditional act aimed at preserving inherited cultural forms; (2) a value-oriented pursuit of divine blessing and inner peace; and (3) a conscious instrument to avert misfortune. In this context, the Qur’an emerges not merely as a canonical scripture but as a living, spiritual force embedded in communal life. The study contributes to contemporary discourses on local Islamic expressions by demonstrating how Qur’anic religiosity, spirituality, and cultural tradition are interwoven in a coherent and transformative synthesis. Its scholarly novelty lies in integrating Weberian sociological theory with the praxis of local Islamic ritual, offering fresh insight into how sacred texts are lived and reimagined in non-Arab Muslim societies.

 

Keywords: Prayers, instants spirituality, hyperreality, simulacra, social media


Abstrak: Kehadiran media sosial telah mengubah pola keberagamaan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu fenomena yang muncul adalah maraknya akun media sosial dengan jutaan follower yang menyajikan konten doa-doa dan amalan- amalan praktis untuk berbagai tujuan tertentu. Penelitian ini akan mengkaji fenomena pencarian doa-doa di media sosial untuk tujuan instan dan praktis dengan menggunakan teori Simulakra dan Hiperrealitas Jean Baudrillard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pencarian dan pengalaman doa-doa dan amalan-amalan praktis di media sosial dengan menelusuri isi konten yang terkait dengan doa-doa praktis dan respon para follower atas konten-konten tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan dari tiga akun media sosial TikTok yaitu Irfan Rizki, Meliza Arnelia, dan Ajie Pangestu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua macam respon dari komentar- komentar netizen atas konten tersebut, yaitu: kelompok pertama, yang membuktikan keberhasilan dan kesuksesan setelah mengamalkan doa-doa tertentu; dan kedua, kelompok yang merespon dengan menceritakan tidak adanya perubahan yang diharapkan setelah mengamalkan doa-doa tersebut. Hasil analisis dari penelitian ini menyimpulkan bahwa konten doa-doa praktis di media sosial memiliki peran serupa iklan yang mengandung hiperrealitas penandaan untuk menarik perhatian audiens. Kelompok yang berhasil mengamalkan suatu doa atau amalan tertentu memberikan testimoni tentang keberhasilan mereka sehingga memunculkan suatu sudut pandang bahwa amalan-amalan dan doa-doa adalah seperti produk yang dapat diaplikasikan secara praktis dan langsung berdampak secara instan. Dampak dari pandangan tersebut adalah munculnya spiritualitas instan dan menempatkan agama sebagai hubungan timbal-balik. Sementara kelompok yang merasakan kegagalan dalam memperoleh dampak instan dari doa-doa dan amalan-amalan tersebut cenderung beranggapan bahwa doa itu tidak berguna.

 

Kata Kunci : Doa, spiritualitas instan, hiperrealitas, simulakra, media sosial

 


Full Text:

PDF

References


Buku dan Artikel Ilmiah

Abdullah, M. Amin. “Islam As A Cultural Capital In Indonesia And The Malay World: A Convergence Of Islamic Studies, Social Sciences And Humanities.” Journal of Indonesian Islam 11, no. 2 (2017): 307–28. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.307-328.

Abu-Rabi’, Ibrahim M. “Spirituality and the Qur’an in Contemporary Muslim Societies.” In The Qur’an in the Contemporary World: Challenges and Perspectives. London: Routledge, 2006.

Ali, Muhamad. “Muslim Diversity: Islam and Local Tradition in Java and Sulawesi, Indonesia.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 1, no. 1 (2011): 1–35. https://doi.org/10.18326/ijims.v1i1.1-35.

Ansari. “ISLAM NUSANTARA : KEANEKARAGAMAN BUDAYA DAN TRADISI.” Lisan Al-Hal 18, no. 2 (2024): 226–47. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v18i2.226-247.

Ansori, Ibnu Hajar, Wilwadikta Qur’ani Parang, and Evi Dwi Intan Mey Prafita. “Meaning Construction in Ancak Tradition: A Study of Living Qur’an in the Community of Wedoroklurak Village Candi Sidoarjo.” Qof 7, no. 2 (2023): 301–16. https://doi.org/10.30762/qof.v7i2.1446.

Asad, Talal. Genealogies of Religion: Discipline and Reasons of Power in Christianity and Islam. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1993.

Azra, Azyumardi. The Origins Of Islamic Reformism In Southeast Asia Networks Of Malay-Indonesian And Middle Eastern “Ulama” In The Seventeenth And Eighteenth Centuries. North America: University of Hawai’i Press, 2004.

Bruinessen, Martin Van. “The Origins and Development of Ṣūfī Orders (Tarekat) in Southeast Asia.” Studia Islamika 1, no. 1 (1994): 400–403.

Bruinessen, Van Martin. “Local in Indonesian Islam.” Southeast Asian Studies 37, no. 2 (1999).

Geertz, Clifford. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, 1973.

Hardiansyah, Bilal, Deni Iriyadi, and Iffan Ahmad Gufron. “Akulturasi Islam Pada Budaya Ruwatan Rumah Di Cikidi Hilir Banten.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 6, no. 1 (2022): 50–61. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i1.19755.

Isnanto, Muh. “Praktik Beragama Dan Kearifan Lokal Masyarakat Jawa.” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 6, no. 1 (2022): 148–74. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v6i1.2847.

Izzul Haq, Ahmad. “Analisis Tindakan Sosial Max Weber Dalam Rutinitas Pembacaan Qs. Al-Anbiya’:79 Di Pondok Pesantren Al-Fattah Kartasura.” Al-Misykah: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir 5, no. 1 (2024): 52–75. https://doi.org/10.19109/almisykah.v5i1.23896.

Jones, Pip. Pengantar Teori-Teori Social: Dari Teori Fungsionalisme Hingga Post Modernisme, Terj. Saifuddin. Jakarta: Pustaka Obor, 2003.

Kalberg, Stephen. “Max Weber’s Types of Rationality: Cornerstones for the Analysis of Rationalization Processes in History.” American Journal of Sociology 85, no. 5 (2017): 1145–79. https://doi.org/10.1086/227128.

Kuswandi, Iwan. “Actualization Of Meaning And Motives For Entering The Sufism Order On Max Weber Perpective.” Attarbawiy: Malaysian Online Journal of Education 8, no. 1 (2024): 39–51. https://doi.org/doi.org/10.53840/attarbawiy.v8i1.207.

Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. United State Of America: SAGE, 2014.

Maulana, Muhammad Lutfi, and Inna Fauziatal Ngazizah. “Praktik Tradisi Ruwatan Murwokolo Di Kaliori Rembang: Sinergi Antara Kepercayaan Lokal Dan Nilai-Nilai Syariah.” Qulubuna Jurnal Manajemen Dakwah 5, no. 2 (2024): 350–67. https://doi.org/10.54396/qlb.v5i2.1588.

Nakamura, Mitsuo. “Anthropology of Civilization: Personal Reflections on Anthropological Approach in the Study of Muslim Societies in Southeast Asia.” Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies 20, no. 2 (2020). https://doi.org/10.18196/aiijis.2020.0118.140-153.

Qulub, A A S. “Implementasi Ruwatan Dalam Pernikahan Di Tanah Jawa.” Maliki Interdisciplinary Journal 1, no. 5 (2023): 446–52.

Rafiq, Ahmad. “Living Qur’an: Its Texts and Practices in the Functions of the Scripture Living Quran: Teks Dan Praktik Dalam Fungsi Kitab Suci.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis 22, no. 2 (2021): 2548–4737. https://doi.org/10.14421/qh.2021.2202-10.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Toward a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.

Seim, Josh. “Participant Observation, Observant Participation, and Hybrid Ethnography.” Sociological Methods and Research 53, no. 1 (2024): 121–52. https://doi.org/10.1177/0049124120986209.

Setiawan, Aditya Fajar, Thriwati Arsal, and Hamdan Tri Atmaja. “The Symbolic Meaning of Ruwatan Bumi for Youth as Successors of Tradition in Guci, Tegal.” Journal of Educational Social Studies 11, no. 2 (2022): 78–85. https://doi.org/10.15294/jess.v11i2.53433.

Setiawan, Eko. “Tradisi Ruwatan Murwakala Anak Tunggal Dalam Tinjauan Sosiokultural Masyarakat Jawa.” Asketik 2, no. 2 (2018): 129–38. https://doi.org/10.30762/ask.v2i2.846.

Suanti, Jijah Tri, and Dinna Eka Graha Lestari. “Tradisi Ruwatan Jawa Pada Masyarakat Desa Pulungdowo Malang.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 4, no. 2 (2021): 94–105. https://doi.org/10.22219/satwika.v4i2.14245.

Turner, Bryan S. Teori Sosial Dari Klasik Sampai Postmodern, Terj. E. Setiyawati. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Yahya, M. “Al-Qur’an Dalam Kebduyaan Hikmah Pesantren: Pemaknaan, Performasi-Diskursif Dan Produksi Kultural.” Disetasi di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, 2021.

Yuliani, Yani. “Tipologi Resepsi Al-Qur’an Dalam Tradisi Masyarakat Pedesaan: Studi Living Qur’an Di Desa Sukawana, Majalengka.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 6, no. 02 (2021): 324. https://doi.org/10.30868/at.v6i02.1657.

Data Desa Kedungasri, Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan

Data Desa Kedungasri, Daftar Isian Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan

Wawancara

Abdul Hadi, Wawancara, 05 Maret 2025

Abdur Rohman, wawancara, 06 Maret 2025

Ahmad Alex, Wawancara, 07 Maret 2025

Muhammad Ahyat, Wawancara, 06 Maret 2025

Muhammad Amin, Wawancara, 07 Maret 2025

Paiman, Wawancara, 04 Maret 2025

Rega Engger, Wawancara, 06 Maret 2025

Suraji, wawancara, 06 Maret 2025.

Suyuti Toha, Wawancara, 06 Maret 2025

Titis, Wawancara, 05 Maret 2025




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/ajip.v10i2.3752

Article Metrics

Abstract view : 10 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Aqlam: Journal of Islam and Plurality

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Rumah Jurnal IAIN Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Creative Commons License
All publication by AQLAM: Journal of Islam and Plurality are licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.