CULTURAL EDUCATION AS AN EFFORT TO PREVENT RELIGIOUS-BASED RADICALISM ON SOCIAL MEDIA IN INDONESIA

Anwar Hafidzi

Abstract


This research begins with an understanding of the endemic radicalism of society, not only of the real world, but also of various online social media. This study showed that the avoidance of online radicalism can be stopped as soon as possible by accusing those influenced by the radical radicality of a secular religious approach. The methods used must be assisted in order to achieve balanced understanding (wasathiyah) under the different environmental conditions of the culture through recognizing the meaning of religion. The research tool used is primarily library work and the journal writings by Abu Rokhmad, a terrorist and radicalise specialist. The results of this study are that an approach that supports inclusive ism will avoid the awareness of radicalization through a heart-to-heart approach. This study also shows that radical actors will never cease to argue dramatically until they are able to grasp different views from Islamic law, culture, and families.

Keywords: radicalism, deradicalization, multiculturalism, culture, religion, moderate.

Penelitian ini berawal dari paham radikalisme yang telah mewabah di masyarakat, bukan hanya di dunia nyata, bahkan sudah menyusup di berbagai media sosial online. Penelitian ini menemukan bahwa cara menangkal radikalisme online dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin melalui pendekatan konseling religius multikultural terhadap mereka yang terkena paham radikal radikal. Diantara teknik yang digunakan adalah melalui pemahaman tentang konsep agama juga perlu digalakkan agar memunculkan pemahaman yang moderat (wasathiyah) diberbagai keadaan lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah library research dengan sumber utama adalah karya dan jurnal karya Abu Rokhmad seorang pakar dalam masalah terorisme dan radikalisme. Temuan penelitian ini adalah paham radikalisasi itu dapat dihentikan dengan pendekatan hati ke hati dengan mengedepankan budaya yang multikultural. Kajian ini juga membuktikan bahwa pelaku paham radikal tidak akan pernah berhenti memberikan argumen radikal kecuali mampu memahami perbedaan pendapat yang bersumber dari syariat Islam, lingkungan sosial, dan keluarga.

Kata kunci: radikalisme, deradikalisasi, multikultural, budaya, agama, moderat.


Full Text:

PDF

References


Abdallah, A. (2016). Exclusivism and Radicalism in Schools: State Policy and Educational Politics Revisited. Studia Islamika, 23(3), 625632.

Abdullah, A. (2016). Gerakan Radikalisme dalam Islam: Perspektif Historis. Addin, 10(1), 128.

Abdurrohman, A., & Syamsiar, H. (2017). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Model Keberagamaan Inklusif untuk Mencegah Radikalisme Beragama Dikalangan Siswa SMA. Fenomena, 9(1), 105122.

AF, A. G. (2013). Pemetaan Problem Radikalisme di SMU Negeri di 4 Daerah. Wakil Pemimpin Redaksi Muhd. Abdullah Darraz, 174.

Agency, A. N. (n.d.). Kepala BNPT: Jangan biarkan radikalisme tumbuh di lingkungan kampus - ANTARA News Kalimantan Selatan.

Alim, N., Pairin, P., Ikhsan, M., Samrin, S., & Syamsuddin, S. (2018). Singularitas Agama: Identifikasi Aliran dan Paham Radikal di Kendari. Al-Ulum, 18(2), 271300.

Al-Makassary, R., Abubakar, I., Kamil, S., Baldhawy, Z., AF, A. G., Fauzia, A., Pribadi, K. K. (2010). Benih-benih Islam Radikal di Masjid Studi Kasus Jakarta dan Solo. Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri .

Aminah, S. (2016). Peran Pemerintah Menanggulangi Radikalisme dan Terorisme Di Indonesia. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 4(1), 83101.

Ammar, A. A. (2019). Pelaku Bom Bunuh Diri Ditinjau Dari Hati Nurani Sesat Dan Prinsip Eologis.

Annajih, M. Z. H., Lorantina, K., & Ilmiyana, H. (2017). Konseling Multibudaya dalam Penanggulangan Radikalisme Remaja. Prosiding Seminar Bimbingan Dan Konseling, 1, 280291.

Ansori, M. (2018). Pengaruh Tingkat Pemahaman Agama Islam terhadap Persepsi Mahasiswa pada Radikalisme berbasis Agama Studi pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan, 15(2), 7697.

Arif, S. (2016). Islam, Radikalisme dan Deradikalisasi Berbasis Pancasila. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 3(2), 240.

Azca, M. N. (2011). After jihad: A biographical approach to passionate politics in Indonesia (PhD Thesis). Universiteit van Amsterdam [Host].

Bailey, K. R. (2016). Fanning the Flames of Discontent: The Free Speech Fight of the Kansas City Industrial Workers of the World and the Making of Midwestern Radicalism (PhD Thesis).

Brown, K. E., & Saeed, T. (2015). Radicalization and counter-radicalization at British universities: Muslim encounters and alternatives. Ethnic and Racial Studies, 38(11), 19521968.

Bscher, B., Fletcher, R., Brockington, D., Sandbrook, C., Adams, W. M., Campbell, L., Gray, N. (2017). Half-Earth or Whole Earth? Radical ideas for conservation, and their implications. Oryx, 51(3), 407410.

Fanani, A. F. (2013). Fenomena Radikalisme di Kalangan Kaum Muda. Maarif, 8(1), 413.

Fauzia, A., Prihatna, A. A., Abubakar, I., al- Makssary, R., Pranawati, R., Aziz, S. A., Kamil, S. (2011). Islam di ruang publik: politik identitas dan masa depan demokrasi di Indonesia. Center for the Study of Religion and Culture (CSRC).

Hafid, W. (2020). Geneologi Radikalisme Di Indonesia (Melacak Akar Sejarah Gerakan Radikal). Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law, 1(1), 3148.

Hamid, S. (2007). Islamic political radicalism in Britain: The case of Hizb-ut-Tahrir. Islamic Political Radicalism: A European Perspective.

Hanum, F. (2009). Pendidikan Multikultural sebagai Sarana Pembentuk Karakter Bangsa (Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan). Makalah Disampaikan Pada Seminar Regional DIY-Jateng Dan Sekitarnya Yang Diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta, Tanggal, 14.

Husein, M. T. (2017). Fenomena Radikalisme Di Indonesia. Rausyan Fikr, 13(2).

Iskandar, J. (2017). Etnobiologi dan keragaman budaya di indonesia. Umbara, 1(1).

Junaedi, M. (2018). Pengembangan PAI kontra radikalisme.

Khamid, N. (2016). Bahaya radikalisme terhadap NKRI. Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities, 1(1), 123152.

Lyausheva, S., Karabulatova, I., Zhade, Z., & Ilyinova, N. (2018). The Islamic Ummah Of Russia And Isis: Islamic Radicalism In The Turkic-Speaking Regions. Central Asia & the Caucasus (14046091), 19(1).

Mala, F. (2020). Mengkaji Tradisi Nabi Sebagai Paradigma Dakwah Yang Ramah. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 6(1), 104127.

Mulia, M. (2019). Bahaya Radikalisme Dan Kekerasan Ekstrismisme. Al-Wardah, 12(2), 96106.

Munip, A. (2012). Menangkal radikalisme agama di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 159181.

Muthohirin, N. (2015). Radikalisme Islam dan Pergerakannya di Media Sosial. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 11(2), 240259.

Nihaya, N. (2018). Radikalisme Dan Pengaruhnya Terhadap Pemahaman Masyarakat Islam Di Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 12(1), 1635.

Nuraniyah, N. (2018). Not just brainwashed: understanding the radicalization of Indonesian female supporters of the Islamic State. Terrorism and Political Violence, 30(6), 890910.

Rodin, D. (2016). Islam Dan Radikalisme: Telaah atas Ayat-ayat Kekerasan dalam al-Quran. Addin, 10(1), 2960.

Rokhmad, A. (2012). Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 79114.

Rokhmad, A. (2014). Pandangan Kiai tentang Deradikalisasi Paham Islam Radikal di Kota Semarang. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 21(1), 2737.

Rozi, A. B. (2017). Radikalisme Dan Penyimpangan Ideologi Gerakan Salafi. EMPIRISMA, 26(1).

Scrivens, R., Davies, G., & Frank, R. (2020). Measuring the evolution of radical right-wing posting behaviors online. Deviant Behavior, 41(2), 216232.

Sunesti, Y., Hasan, N., & Azca, M. N. (2018). Young Salafi-niqabi and hijrah: agency and identity negotiation. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 8(2), 173198.

Syarofina, A. (2019). Konstruksi media CNNIndonesia. com dan JawaPos. com tentang larangan bercadar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (analisis framing model Zhondhang Pan dan Gerald M. Kosicki) (PhD Thesis). UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tausch, A. (2019). Radical Islamism and Islamist Terrorism. In Islamism, Arab Spring, and the Future of Democracy (pp. 253269).

Wahyudin, D. (2017). Pendidikan Aswaja Sebagai Upaya Menangkal Radikalisme. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 17(2), 291314.

Wijayanti, M., & Muthmainah, A. (2018). Youths Digital Skills and Their Vulnerability Towards Online Radicalism. International Conference on Contemporary Social and Political Affairs (IcoCSPA 2017). Atlantis Press.

Wildan, M. (2013). Mapping radical Islam: A study of the proliferation of radical Islam in Solo, Central Java. Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the Conservative Turn, 213.

Winarni, L. (2014a). Media Massa dan Isu Radikalisme Islam. Jurnal Komunikasi Massa, 7(2), 159166.

Winarni, L. (2014b). The Political Identity of Ulama in the 2014 Indonesian Presidential Election. Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies, 52(2), 257269.

Yaqub Mustafa, A. (2006). Haji Pengabdi Setan. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Yudha, S. W. (2019a). Rekonstruksi Model dan Skenario Deteksi Dini Radikalisme. Jurnal Sosiologi Indonesia, 9(2), 168198.

Yudha, S. W. (2019b). The Morphogenesis of the Discourses of Religious Radicalism in Post-Authoritarian Indonesia. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 167186.

Zada, K. (2017). Radikalisme dalam Paham Keagamaan Guru dan Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Aliyah. Penamas, 28(1), 7590.




DOI: http://dx.doi.org/10.30984/pp.v24i1.1116

Article Metrics

Abstract view : 1081 times
PDF - 755 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Potret Pemikiran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Rumah Jurnal IAIN Manado

Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.

 


All publication by Potret Pemikiran are licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Potret Pemikiran, ISSN 1693-1874(Print), ISSN 2528-0376 (Online)